HALSEL, Infopublic.id – Semangat kebersamaan dan solidaritas masyarakat Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), benar-benar terlihat pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Bagaimana tidak, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di desa tersebut bahkan berlangsung hingga dua hari penuh karena banyaknya jumlah sapi kurban yang terkumpul dari hasil swadaya masyarakat dan putra putri asli Desa Orimakurunga.
Tercatat, belasan ekor sapi berhasil dikurbankan pada Idul Adha tahun ini. Seluruh hewan kurban tersebut bukan berasal dari bantuan pemerintah maupun pihak tertentu, melainkan murni hasil komitmen, kepedulian dan gotong royong masyarakat Desa Orimakurunga sendiri.
Putra putri desa yang menetap di kampung halaman maupun yang merantau ke berbagai kabupaten, kota hingga daerah lain di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), secara sukarela mengumpulkan biaya demi menyukseskan pelaksanaan kurban bersama.
Besarnya jumlah hewan kurban membuat proses penyembelihan dan pembagian daging kepada masyarakat berlangsung hingga dua hari. Hal itu sekaligus menjadi bukti tingginya partisipasi masyarakat Desa Orimakurunga dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan sosial.
Kegiatan tersebut bahkan disebut-sebut sebagai salah satu pelaksanaan kurban terbesar di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan pada tahun 2026.
Kepala Desa (Kades) Orimakurunga, Rusdi Sidik, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kekompakan masyarakat serta kontribusi besar putra putri desa.
Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membangun desa.
“Kami sangat bersyukur dan bangga karena pelaksanaan kurban tahun ini berjalan luar biasa. Bahkan proses penyembelihan berlangsung sampai dua hari karena jumlah sapi yang begitu banyak,” ujar Rusdi Sidik, kepada wartawan, Kamis (28/5).
Ia menegaskan bahwa seluruh hewan kurban tersebut merupakan hasil swadaya masyarakat.
“Ini murni dari kekompakan masyarakat dan putra putri asli Desa Orimakurunga. Baik yang tinggal di desa maupun yang berada di luar daerah semuanya ikut berpartisipasi dengan penuh keikhlasan,” katanya.
Rusdi menilai, semangat persatuan seperti ini harus terus dijaga karena menjadi modal sosial yang sangat penting dalam membangun kemajuan desa di masa depan.
Sementara itu, Imam Desa Orimakurunga, Saleh, turut mengungkapkan rasa haru dan syukur melihat tingginya antusiasme masyarakat pada Hari Raya Idul Adha tahun ini.
Menurutnya, pelaksanaan kurban bukan hanya tentang ibadah semata, tetapi juga menjadi simbol kuatnya persaudaraan antar sesama masyarakat desa.
“Alhamdulillah, ini menjadi kebahagiaan besar bagi masyarakat Desa Orimakurunga. Kami berterima kasih kepada seluruh putra putri desa yang telah menunjukkan kepedulian dan rasa cinta terhadap kampung halaman,” ucap Saleh.
Ia berharap, semangat kebersamaan tersebut terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi muda agar budaya gotong royong tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Pelaksanaan kurban besar-besaran di Desa Orimakurunga ini pun menjadi perhatian masyarakat luas. Dimana, Di tengah kehidupan modern yang semakin individualis, warga desa di Pulau WAIDOBA tersebut justru memperlihatkan kekuatan solidaritas yang nyata.
“Momentum Idul Adha 2026 akhirnya bukan hanya menjadi hari besar keagamaan bagi masyarakat Orimakurunga, tetapi juga menjadi simbol persatuan, loyalitas terhadap kampung halaman, serta bukti bahwa masyarakat yang bersatu mampu menciptakan kebanggaan besar dengan kekuatan sendiri,” tutupnya Saleh.// Red
Editor : Redaksi
