Musisi Makassar Bersatu di Jamming Session LMMC 90s, Lembaga Musik yang Satukan Berbagai Genre dalam Satu Panggung

MAKASSAR — LMMC 90s (Lembaga Makassar Musician Community) terus menunjukkan eksistensinya sebagai wadah kreatif bagi para musisi lokal di Sulawesi Selatan. Melalui agenda rutin bertajuk Jamming Session, para musisi dari berbagai latar belakang berkumpul untuk mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman, serta menyalurkan kreativitas bermusik dalam suasana santai dan penuh kebersamaan.

Kegiatan ini digelar setiap Jumat malam dengan konsep “door to door cafe”, yaitu berpindah dari satu kafe ke kafe lainnya di wilayah Makassar, Gowa, dan sekitarnya. Konsep ini memberi warna tersendiri karena setiap pertemuan menghadirkan suasana baru sekaligus memperluas jaringan pertemanan di kalangan musisi lokal.

Dalam setiap kegiatan, para musisi diberi ruang untuk tampil secara spontan, bertukar ide musikal, hingga melakukan jam session bersama. Kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk mengasah kemampuan serta menjaga semangat solidaritas di tengah dunia musik lokal.

Ketua LMMC 90s, Musmuliadi, S.Kom, yang akrab disapa Noval Tadjang, menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang sebagai ruang terbuka bagi para musisi untuk terus berkembang dan memperkuat jaringan di dunia musik.

“Lewat kegiatan ini, para musisi bisa saling mengenal, bertukar pengalaman, dan terus melatih kemampuan bermusik mereka dalam suasana yang positif dan penuh kekeluargaan,” ujarnya.

Meski menggunakan nama LMMC 90s, lembaga ini tidak hanya berfokus pada musik era 90-an. LMMC membuka ruang bagi berbagai genre musik, mulai dari pop, rock, jazz, musik milenial, hingga dangdut. Keberagaman genre tersebut membuat setiap jamming session selalu menghadirkan nuansa berbeda dan memperkaya warna musik yang dimainkan.

Lembaga ini juga terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung dan berkolaborasi. Baik musisi, penyanyi, pemain alat musik, maupun penikmat musik diberikan kesempatan untuk ikut terlibat dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan.

Selain agenda mingguan, LMMC 90s juga aktif menggelar berbagai kegiatan lain, seperti perayaan anniversary lembaga, program Berkah Ramadan, aksi sosial bagi korban bencana, hingga kegiatan kemasyarakatan melalui program LMMC Caradde.

Dalam perjalanannya, lembaga ini juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Makassar, melalui program pembinaan bagi warga binaan untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang musik.

Sebagai bagian dari pengembangan aktivitas lembaga, LMMC 90s juga menghadirkan konsep “LMMC Corner” yang berlokasi di Roehmansa Cafe. Tempat ini menjadi salah satu ruang aktivitas bagi para musisi untuk tampil, berlatih, dan mengekspresikan karya mereka.

Menariknya, Owner Roehmansa Cafe 1 & 2, Dhydhink Ar Rasyid, juga merupakan salah satu pengurus LMMC 90s, sehingga kehadiran tempat tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan para musisi lokal di Kota Makassar.

Dengan semangat kolaborasi yang terus dijaga, LMMC 90s diharapkan dapat terus menjadi lembaga kreatif bagi para musisi serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan musik lokal di Sulawesi Selatan.

 

 

Tim Redaksi

Info Public

More From Author

Polres Dumai Gelar Kick Off Launching Gerakan Pangan Murah , Harga Bahan Pokok Lebih Terjangkau

Kapolri Tinjau Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak, Pastikan Kesiapan Layanan Penyeberangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Comments