Eco Bhinneka Muhamamdiyah :Diseminasi Policy Brief ISWM Dorong Halmahera Selatan Menuju Daerah Bebas Sampah

Halmahera Selatan, InfoPublic.id— Komitmen bersama dalam menjawab persoalan lingkungan kembali ditegaskan melalui kegiatan Diseminasi Policy Brief: Integrated Sustainable Waste Management (ISWM) Menuju Halmahera Selatan Bebas Sampah yang diselenggarakan oleh Eco Bhinneka Muhammadiyah. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Aula Bappelitbangda Halmahera Selatan dan menghadirkan berbagai elemen masyarakat, pemerintah, serta organisasi lintas iman sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam mendorong sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

 

Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, di antaranya OSIS SMA Al-Khairat, SMK Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, SMP Al-Khairat, Orang Muda Katolik Wayamiga, Sanggar Budaya Balisa, Forum Taman Baca Masyarakat Halmahera Selatan, LMND Halmahera Selatan, TP-PKK Halmahera Selatan, Bappelitbangda Halmahera Selatan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halmahera Selatan, serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Halmahera Selatan, Ketua TP-PKK Halmahera Selatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Selatan, serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halmahera Selatan. Sementara itu, secara daring melalui Zoom turut hadir Direktur Program Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, serta Program Manager SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah, Dzikrina Farah Adiba dari Jakarta.

 

Dalam sambutannya, Dzikrina Farah Adiba menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan nasional dalam pengelolaan sampah menuju target Zero Waste Zero Emission 2050. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Sekretaris Utama Kementerian Lingkungan Hidup, Ibu Rosa Vivien Ratnawati, yang berhalangan hadir namun memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

 

“Policy brief ini diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen kajian, tetapi dapat menjadi rekomendasi kebijakan yang konkret bagi pemerintah daerah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Memperkuat Inisiasi Kepemimpinan Pemuda Lintas Iman tentang Keadilan Iklim melalui Ekofeminisme (Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism/SMILE) yang tengah dijalankan oleh Eco Bhinneka Muhammadiyah di Halmahera Selatan. Program ini bertujuan memperkuat peran generasi muda lintas iman dalam merespons isu perubahan iklim dan lingkungan secara kolaboratif dan inklusif.

 

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halmahera Selatan, Ikbal Hadjiji, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari syiar Muhammadiyah dalam menghadirkan kemaslahatan melalui pendekatan dialog multi pihak. Sementara itu, Ketua TP-PKK Halmahera Selatan, Ny. Rifa’at Al-Sa’adah Bassam, menilai bahwa kegiatan ini menunjukkan harapan besar pada generasi muda serta pentingnya kolaborasi lintas iman dalam menjawab persoalan lingkungan.

 

Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, dalam arahannya menekankan bahwa krisis lingkungan ke depan akan semakin kompleks, sehingga kerja-kerja kolaboratif harus diperkuat. “Jangan sampai policy brief ini hanya menjadi kertas, tetapi harus dimasifkan melalui aksi nyata dan kolaborasi,” tegasnya.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Selatan, Samsu Abubakar, memaparkan berbagai program yang telah dilakukan, mulai dari Jumat Bersih, survei sampah rutin, investigasi pencemaran lingkungan, hingga dukungan terhadap kegiatan bersih pantai dan penguatan sistem pengangkutan sampah.

 

 

Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, dalam sambutannya menyampaikan bahwa persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. “Kesadaran dan semangat generasi muda menjadi kunci penting dalam menuntaskan persoalan lingkungan di daerah ini,” ujarnya.

Dalam pemaparan policy brief, Fadila Syahril selaku Koordinator Eco Bhinneka Muhammadiyah Halmahera Selatan mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah di daerah tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan armada, belum optimalnya fasilitas pengolahan, hingga rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah. Dengan produksi sampah mencapai sekitar 21,4 ton per hari, pendekatan yang masih berfokus pada “angkut dan buang” dinilai tidak lagi efektif.

 

Policy brief ini menawarkan pendekatan Integrated Sustainable Waste Management (ISWM) yang mengintegrasikan aspek layanan teknis, penguatan tata kelola, serta partisipasi aktif masyarakat. Rekomendasi yang disampaikan mencakup penguatan regulasi, peningkatan infrastruktur, optimalisasi peran kelembagaan, serta pengembangan ekonomi sirkular berbasis masyarakat.

 

Konsultan program, Dr. Tatisumiati, MKM, turut menambahkan sejumlah langkah strategis, di antaranya mendorong kebijakan pemilahan sampah dari sumber, memperjelas peran antar lembaga, mengoptimalkan peran PKK, serta melibatkan komunitas dan organisasi pemuda dalam kampanye dan praktik pengelolaan sampah.

 

Kegiatan ini kemudian ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) bersama antara Eco Bhinneka Muhammadiyah, pemuda dan perempuan lintas agama, organisasi masyarakat sipil, serta seluruh pihak yang hadir. RTL ini menjadi komitmen bersama untuk memastikan bahwa hasil diseminasi tidak berhenti pada wacana, melainkan berlanjut pada aksi nyata di lapangan.

 

Melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, Halmahera Selatan diharapkan mampu bergerak menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib, partisipatif, dan berkelanjutan.// Red

More From Author

Simbol Emoticon Jadi Bumerang, Kepercayaan Publik ke Appi Terancam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Comments