InfoPublic.id – UEFA resmi menuntaskan fase league phase Liga Champions musim 2025/2026. Sejumlah klub berhasil mengamankan tiket ke babak gugur, sementara beberapa tim besar Eropa harus menerima kenyataan pahit tersingkir lebih awal dari kompetisi elite tersebut.
Musim ini, Liga Champions menggunakan format baru league phase yang menggantikan sistem fase grup. Sebanyak 36 tim bersaing dalam satu klasemen besar untuk memperebutkan tiket menuju babak 16 besar.
Berdasarkan regulasi, delapan tim teratas klasemen akhir berhak lolos otomatis ke babak 16 besar. Sementara itu, tim peringkat 9 hingga 24 harus menjalani babak playoff untuk memperebutkan delapan tiket tersisa. Adapun tim yang finis di posisi 25 hingga 36 dipastikan gugur dan tidak mendapatkan kesempatan tampil di Liga Europa.
Rangkaian pertandingan league phase yang berakhir dini hari tadi menghadirkan sejumlah kejutan. Beberapa klub yang selama ini dikenal rutin melaju ke fase gugur justru gagal melanjutkan perjalanan mereka di Liga Champions musim ini.
Salah satu kejutan terbesar datang dari wakil Spanyol, Villarreal. Klub berjuluk The Yellow Submarine itu harus tersingkir setelah hanya mampu finis di peringkat ke-35 klasemen akhir. Villarreal hanya mengoleksi satu poin dari delapan pertandingan, sehingga dipastikan gagal lolos sejak matchday ketujuh, meski dalam beberapa musim terakhir kerap menembus babak 16 besar.
Nasib serupa dialami juara Liga Belanda, PSV Eindhoven. Meski sempat memiliki peluang lolos ke babak playoff, kekalahan 1-2 dari Bayern Munchen pada laga terakhir membuat PSV harus puas berada di peringkat ke-28 dengan raihan delapan poin.
Wakil Belanda lainnya, Ajax Amsterdam, juga tersingkir lebih awal. Kekalahan 1-2 dari Olympiacos pada matchday kedelapan membuat Ajax finis di posisi ke-32 dengan enam poin dari delapan laga.
Dari Prancis, Marseille turut menjadi korban format baru Liga Champions. Tim asuhan Roberto De Zerbi itu gagal lolos ke babak playoff setelah kalah telak 0-3 dari Club Brugge di laga terakhir, dan harus finis di peringkat ke-25, kalah selisih gol dari Benfica yang menempati posisi ke-24.
Kejutan paling mencolok datang dari Napoli. Berstatus sebagai juara bertahan Serie A, Napoli tampil jauh dari ekspektasi sepanjang fase liga. Kekalahan 2-3 dari Chelsea pada laga penentuan membuat tim asuhan Antonio Conte tersebut hanya finis di peringkat ke-30 dengan delapan poin, terpaut satu poin dari zona playoff.
Hasil ini menegaskan bahwa format baru Liga Champions menuntut konsistensi tinggi, di mana satu hasil buruk saja dapat berdampak besar pada peluang tim untuk melaju ke fase gugur.
Tim Redaksi
