Jakarta — Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bersama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan alumni Damadika 95 menyatakan komitmen kuat dalam mendukung penuh Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada sektor ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program optimalisasi lahan pertanian serta kegiatan tanam jagung seluas 100 hektare sebagai langkah konkret mendukung kemandirian pangan nasional. Program ini menjadi simbol sinergi lintas institusi antara unsur TNI AD, dunia pendidikan kedinasan, serta elemen masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat pangan.
Panglima Kopassus menegaskan bahwa TNI AD, khususnya Kopassus, siap berperan aktif dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas nasional dan kedaulatan negara.
“Melalui optimalisasi lahan dan program tanam jagung ini, kita tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Ini sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden RI,” ujar Panglima Kopassus dalam keterangannya.
Sementara itu, pihak IPDN menyampaikan bahwa keterlibatan civitas akademika dan alumni Damadika 95 dalam program ini merupakan bentuk nyata kontribusi sumber daya manusia pemerintahan dalam pembangunan nasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target swasembada pangan secara berkelanjutan.
Program tanam jagung 100 hektare ini juga diharapkan dapat menjadi model kolaborasi nasional yang dapat direplikasi di berbagai daerah, dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI, institusi pendidikan, serta masyarakat setempat.
Dengan semangat Sinergi Tanpa Batas, Panglima Kopassus, IPDN, dan Damadika 95 optimistis bahwa langkah bersama ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi ketahanan pangan, kesejahteraan rakyat, serta terwujudnya Indonesia Maju dan berdaulat pangan.
Tim Redaksi
