Magelang, 23 Januari 2026 – Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Rano Tilaar memberikan materi pembekalan kepada para peserta Latihan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bank Syariah Indonesia (BSI) Tahun Akademik 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Soedirman, kawasan Glamping Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.
Pembekalan ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan peserta Rakernas BSI dari berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari upaya penguatan karakter kebangsaan, kepemimpinan strategis, serta ketahanan nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Dalam pemaparannya, Mayjen TNI Rano Tilaar menekankan pentingnya pemahaman wawasan kebangsaan yang komprehensif, khususnya terkait dinamika geopolitik dan geostrategi global yang saat ini mengalami perubahan sangat cepat. Ia menilai bahwa tantangan global, mulai dari persaingan kekuatan besar, konflik regional, hingga ketidakstabilan ekonomi dunia, menuntut setiap pemimpin bangsa memiliki cara pandang yang luas dan strategis.
“Setiap calon pemimpin nasional, di berbagai sektor, harus mampu membaca peta kekuatan global, memahami kepentingan nasional, serta menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa,” tegas Gubernur Akmil di hadapan para peserta.
Menurutnya, bela negara tidak hanya dimaknai dalam konteks pertahanan militer semata, melainkan juga mencakup kontribusi nyata di bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan nasional. Dalam hal ini, sektor perbankan, termasuk perbankan syariah, memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas ekonomi yang menjadi salah satu pilar ketahanan nasional.
Mayjen TNI Rano Tilaar juga menyampaikan analogi kisah Gatotkaca yang ditempa di Kawah Candradimuka untuk menggambarkan proses pembentukan karakter seorang pemimpin. Ia menekankan bahwa kepemimpinan yang kuat tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh tempaan nilai, disiplin, integritas, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Seorang pemimpin yang tangguh harus siap ditempa oleh tantangan. Dari proses itulah akan lahir karakter yang kuat, berani mengambil keputusan, serta memiliki loyalitas tinggi terhadap kepentingan bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi langkah Bank Syariah Indonesia yang memasukkan materi wawasan kebangsaan dan bela negara dalam agenda Rakernas. Menurutnya, sinergi antara dunia perbankan dan institusi pertahanan merupakan bentuk kolaborasi strategis dalam memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh.
Sementara itu, pihak manajemen BSI menyampaikan bahwa kegiatan Latihan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara ini bertujuan menanamkan nilai nasionalisme, kepemimpinan visioner, serta kesadaran akan tanggung jawab kebangsaan di kalangan pimpinan dan insan BSI. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diimplementasikan dalam pengambilan kebijakan strategis dan pelaksanaan tugas sehari-hari.
Melalui pembekalan ini, para peserta Rakernas BSI Tahun Akademik 2026 diharapkan memiliki wawasan kebangsaan yang semakin kuat serta semangat bela negara yang tinggi, sehingga mampu berkontribusi secara strategis dalam pembangunan nasional. Sinergi lintas sektor ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga stabilitas, kedaulatan, dan ketahanan bangsa Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Tim Redaksi
