Ternate – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia. Sebaliknya, teknologi tersebut harus dimanfaatkan sebagai alat bantu strategis untuk meningkatkan produktivitas, efektivitas kerja, serta kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “Hal itu disampaikan Sherly usai menutup hari keempat pelatihan Mahir AI bersama Microsoft yang digelar di SMK Negeri 2 Ternate, Kamis (22/1/2026). Dalam keterangannya , Sherly menekankan bahwa tantangan utama di era digital bukan pada teknologinya, melainkan pada kesiapan manusia dalam menguasai dan memanfaatkannya.
“AI tidak bisa menggantikan manusia. Justru manusialah yang harus dilatih agar mampu menggunakan AI, sehingga produktivitas dan kualitas kerjanya menjadi jauh lebih baik,” ujar Sherly.
Menurutnya, AI harus diposisikan sebagai asisten digital yang membantu menyederhanakan pekerjaan teknis dan administratif. Dengan demikian, manusia tetap memegang peran utama dalam berpikir, mengambil keputusan, serta membangun nilai sosial dan kemanusiaan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
Sherly menjelaskan, dalam dunia pendidikan, pemanfaatan AI dapat membantu guru mengurangi beban administratif yang selama ini menyita banyak waktu. Dengan dukungan teknologi, tenaga pendidik dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, interaksi dengan siswa, serta penguatan karakter.
“Tujuannya agar waktu guru tidak habis di pekerjaan administrasi. Mereka bisa lebih fokus mendidik anak-anak, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan produktif,” jelasnya.
Pemanfaatan AI, lanjut Sherly, tidak hanya terbatas pada sektor pendidikan. Aparatur sipil negara (ASN) dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga dapat merasakan manfaat signifikan dari teknologi ini, mulai dari pengolahan data, perencanaan program, hingga pengembangan usaha berbasis digital.
Ia menegaskan bahwa transformasi digital harus dipahami sebagai proses pembangunan manusia, bukan sekadar adopsi teknologi. Menurutnya, SDM yang adaptif, cerdas, dan berkarakter merupakan fondasi utama dalam menghadapi perubahan zaman.
“Yang kita bangun adalah manusianya, bukan teknologinya. Teknologi hanyalah alat. Kunci kemajuan ada pada SDM yang mampu beradaptasi dan memanfaatkannya secara bijak,” tegas Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara tersebut.
Sebagai wujud komitmen, Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah menyiapkan berbagai program pelatihan berkelanjutan. Program tersebut meliputi pembelajaran daring, sertifikasi resmi AI melalui Microsoft Elevate, serta akses penggunaan Microsoft Copilot secara gratis bagi ASN, guru, dan pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan.
Pada tahap awal, pelatihan AI difokuskan bagi ASN, tenaga pendidik, dan pelaku usaha. Namun ke depan, pemerintah daerah berencana memperluas cakupan peserta agar literasi AI dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari visi besar transformasi digital Maluku Utara dalam membentuk SDM unggul yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kompetitif di era ekonomi digital, serta mampu menjadikan AI sebagai alat kemajuan, bukan sebagai ancaman.
Tim Redaksi
