Jakarta, InfoPublic.id – 5 Maret 2026 – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan bahwa Indonesia telah mendapatkan investor dari luar negeri untuk membangun fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude storage). Proyek ini bertujuan meningkatkan ketahanan energi nasional dari kapasitas saat ini menjadi setara kebutuhan 90 hari.
“Investasinya sudah ada, investornya sudah ada,” ujar Bahlil melalui keterangan resmi, Rabu (4/3/2026). Pendanaan proyek akan menggunakan skema campuran antara penanam modal asing dan domestik, dengan pembangunan dilakukan pihak swasta. Bahlil menegaskan bahwa investor asing yang terlibat bukan berasal dari Amerika Serikat.
Peningkatan kapasitas penyimpanan ini diharapkan menambah stok dari sebelumnya 25–26 hari menjadi 90 hari atau setara tiga bulan kebutuhan nasional. Langkah strategis ini merupakan arahan langsung Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi.
Percepatan pembangunan fasilitas penyimpanan menjadi sorotan di tengah eskalasi konflik antara AS-Israel dengan Iran. Serangan udara pada 28 Februari 2026 dan balasan rudal dari Iran memicu kekhawatiran terganggunya pasokan minyak global. Terlebih, Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menangani sekitar 20 juta barel per hari perdagangan minyak dunia, dilaporkan media Iran “secara efektif” ditutup, meski belum ada konfirmasi blokade formal.
Dengan proyek ini, pemerintah berharap Indonesia lebih siap menghadapi risiko gejolak pasokan energi global dan mengurangi ketergantungan terhadap kondisi geopolitik Timur Tengah.//Red
