Perkuat Diplomasi Multilateral, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia Petakan Tantangan Keamanan 2026**

Bandung, InfoPublic.id –  Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenko Polkam) melalui Deputi II Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) guna mengidentifikasi berbagai permasalahan dan isu strategis dalam kerja sama multilateral di bidang pertahanan dan keamanan. Kegiatan yang digelar di Bandung pada Februari 2026 tersebut dipimpin oleh Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Multilateral, Adi Winarso.

 

Rakor membahas sejumlah isu krusial, mulai dari kerja sama penanggulangan terorisme regional dan internasional, keamanan siber, hingga misi pemeliharaan perdamaian dunia, termasuk keterlibatan Indonesia dalam International Stabilization Force (ISF).

 

Dalam sambutannya, Adi Winarso menegaskan bahwa dinamika global saat ini semakin kompleks dan menuntut perhatian serta respons strategis dari seluruh negara, termasuk Indonesia.

 

“Sebagai negara yang aktif dalam diplomasi multilateral, Indonesia memiliki peran penting dalam mempromosikan keamanan dan perdamaian dunia. Kemenko Polkam sebagai koordinator bidang politik dan keamanan harus memastikan keselarasan langkah dan peran Indonesia di tingkat global,” ujarnya.

 

Melalui forum koordinasi ini, diharapkan lahir sejumlah rekomendasi strategis dalam penguatan kerja sama multilateral bidang pertahanan dan keamanan. Rakor juga menjadi wadah untuk memperbarui informasi, mengidentifikasi tantangan dan peluang, serta memetakan agenda pertemuan internasional penting sepanjang tahun 2026 yang memerlukan perhatian khusus.

 

Selain itu, pertemuan ini diharapkan mampu mengoptimalkan sinergi antarlembaga, termasuk membuka peluang kolaborasi antara Kemenko Polkam dengan kementerian, lembaga, akademisi, serta BUMN yang memiliki keterkaitan dengan sektor pertahanan dan keamanan.

 

“Saya berharap diskusi ini menghasilkan rumusan kebijakan yang konkret untuk memperkuat posisi diplomasi Indonesia. Sinergi antarinstansi menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pemain utama dalam pembentukan norma global di bidang kerja sama pertahanan dan keamanan,” tegas Adi.

 

Rakor menghadirkan empat narasumber dari berbagai institusi strategis. Sekretaris Dirjen Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI M. Nafis, memaparkan perkembangan pertahanan nasional serta kesiapan Indonesia dalam mendukung ISF.

 

Sandiman Ahli Utama dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Dwi Kartono, membahas perkembangan isu dan tantangan kerja sama keamanan siber.

 

Sementara itu, Direktur Kerja Sama Regional dan Multilateral pada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Dionisius Elvan Swasono, memaparkan strategi dan dinamika kerja sama penanggulangan terorisme regional dan internasional.

 

Adapun Direktur Pembinaan Operasi pada Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI (PMPP TNI), Kolonel Untung Prayitno, menyampaikan perkembangan serta evaluasi misi pemeliharaan perdamaian yang melibatkan Indonesia.

 

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga, akademisi, hingga BUMN terkait, sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika keamanan global yang terus berkembang.

 

Tim Redaksi

More From Author

Hadiri HLM TPID-TP2DD Malut, Ahmad Laiman Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Tetap Terkendali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Comments