Lonjakan Impor Mesin Dongkrak Perdagangan Maluku Utara Sepanjang 2025

Ternate ( infopublic.id ), Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Provinsi Maluku Utara sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai US$6.428,58 juta. Angka tersebut mengalami peningkatan signifikan sebesar 52,28 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.

 

Secara bulanan, nilai impor Maluku Utara pada Desember 2025 tercatat sebesar US$718,58 juta. Nilai ini melonjak tajam hingga 89,80 persen dibandingkan Desember 2024, mencerminkan meningkatnya aktivitas perdagangan dan kebutuhan barang dari luar negeri.

 

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Maluku Utara, Evida Karismawati, menjelaskan bahwa peningkatan impor terbesar berdasarkan golongan barang terjadi pada Mesin-mesin atau Pesawat Mekanik (HS 84). Sepanjang Januari–Desember 2025, golongan ini mencatat kenaikan nilai impor tertinggi, yakni sebesar US$936,61 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Selain itu, golongan Garam, Belerang, dan Kapur (HS 25) menjadi kelompok barang dengan pertumbuhan impor tertinggi secara persentase. “Kenaikan impor pada golongan barang tersebut mencapai 186,77 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Evida, dikutip Senin, 9 Februari 2026.

 

Dari sisi negara asal, Tiongkok masih menjadi pemasok utama barang impor ke Maluku Utara sepanjang 2025. Nilai impor dari negara tersebut mencapai US$4.489,22 juta atau setara 69,83 persen dari total impor. Selanjutnya, impor terbesar berasal dari Filipina sebesar US$571,50 juta dan Arab Saudi sebesar US$240,27 juta.

 

Meski nilai impor mengalami lonjakan signifikan, kinerja perdagangan Maluku Utara tetap menunjukkan capaian positif. Neraca perdagangan provinsi ini sepanjang Januari–Desember 2025 tercatat surplus sebesar US$7.802,32 juta, menandakan nilai ekspor masih jauh lebih tinggi dibandingkan impor.

 

Tim Redaksi

More From Author

Jalur Utama GOR–Maros Rusak Parah, Warga Dusun Magento Minta Perhatian Serius Pemerintah

Kemiskinan di Maluku Utara Menurun, Jumlah Penduduk Miskin Berkurang 4,88 Ribu Orang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Comments