Dorong Reintegrasi Sosial, Warga Binaan Lapas Tobelo Produksi Keripik Bernilai Ekonomi

TOBELO, Infopublic.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tobelo terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pada tahun 2026, Lapas Tobelo mulai memproduksi keripik pisang dan singkong sebagai komoditas baru hasil pembinaan kemandirian di bidang pengolahan pangan.

 

Program ini merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian serta pemberdayaan ekonomi Warga Binaan. Melalui kegiatan ini, Lapas Tobelo berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat rutinitas, tetapi juga menghasilkan keterampilan yang produktif dan bernilai ekonomi.

 

Produksi keripik pisang dan singkong dilaksanakan langsung oleh Warga Binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya perluasan ragam produk pangan hasil pembinaan yang dikembangkan di dalam lapas. Para Warga Binaan dibekali keterampilan pengolahan pangan mulai dari tahap awal hingga produk siap dipasarkan.

 

Proses produksi dilakukan secara bertahap dan terstruktur, mulai dari pemilihan serta pengolahan bahan baku, proses penggorengan, pengemasan, hingga penerapan standar kebersihan dan kualitas produk. Dengan demikian, produk keripik pisang dan singkong yang dihasilkan memiliki nilai tambah, kualitas yang terjaga, serta siap bersaing di pasaran sebagai produk UMKM.

 

Kepala Lapas Kelas IIB Tobelo, Donni Isa Dermawan, menyampaikan bahwa pengembangan usaha keripik pisang dan singkong merupakan langkah strategis dalam mendukung pembinaan berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.

 

“Produksi keripik ini diharapkan dapat mendorong kemandirian serta meningkatkan kesiapan Warga Binaan ketika kembali ke masyarakat. Kami ingin pembinaan yang diberikan tidak hanya bersifat rutinitas, tetapi benar-benar menghasilkan keterampilan yang produktif dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Donni.

 

Ia menambahkan, melalui kegiatan pembinaan kemandirian ini, Warga Binaan diharapkan mampu memiliki bekal keterampilan dan jiwa wirausaha yang dapat dimanfaatkan setelah menjalani masa pidana. Hal tersebut sejalan dengan tujuan pemasyarakatan, yakni membentuk Warga Binaan agar mampu berintegrasi kembali secara positif di tengah masyarakat.

 

Melalui pengembangan produk keripik pisang dan singkong sebagai UMKM baru di tahun 2026, Lapas Tobelo berharap pelaksanaan 15 Program Aksi Kemenimipas dapat berjalan semakin optimal. Selain itu, program ini diharapkan mampu mendorong pembinaan kemandirian yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan reintegrasi sosial Warga Binaan.

 

 

Sumber: Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tobelo

Editor : Redaksi

More From Author

Resmob Polres Halmahera Selatan Tangkap Terduga Pelaku Persetubuhan dan Pencabulan Anak

Lapas Ternate dan PIPAS Perkuat Silaturahmi dalam Kegiatan Rutin PIPAS Kanwil Ditjen PAS Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Comments