Presiden Prabowo: Program Makan Bergizi Gratis Telah Salurkan Hampir 60 Juta Porsi dalam Setahun

Davos, Swiss – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai diluncurkan secara nasional pada 6 Januari 2025 telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat dalam satu tahun pelaksanaannya. Program tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Dalam forum ekonomi dunia tersebut, Presiden memaparkan capaian signifikan program unggulan pemerintahannya di hadapan para pemimpin negara, pelaku ekonomi global, serta tokoh internasional.

“Pada hari pertama, kami memulai dengan 190 dapur yang melayani sekitar 570.000 orang per hari. Hari ini, setelah satu tahun, kami telah mengoperasikan 21.120 dapur yang tersebar secara nasional,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menjelaskan bahwa hingga malam sebelum pidato tersebut disampaikan, pemerintah telah memproduksi dan menyalurkan sebanyak 59,8 juta porsi makanan bergizi gratis. Program ini menyasar anak-anak usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta lanjut usia yang hidup sendiri dan membutuhkan perhatian khusus dari negara.

“Setiap hari mereka menerima makanan bergizi. Untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia yang hidup sendiri, makanan tersebut dikirim langsung ke rumah,” lanjut Presiden.

Lebih jauh, Presiden Prabowo menyampaikan optimisme bahwa dalam waktu satu bulan ke depan, Indonesia akan melampaui rekor distribusi makanan harian yang selama ini dipegang oleh jaringan restoran cepat saji global, McDonald’s, yang mencapai 68 juta porsi per hari. Pemerintah menargetkan distribusi hingga 82,9 juta porsi makanan bergizi per hari pada tahun ini.

Menurut Presiden, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya dirancang sebagai kebijakan sosial untuk memperkuat kualitas generasi muda Indonesia, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyebutkan bahwa lebih dari 61.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi telah terlibat aktif dalam rantai pasok program tersebut.

“Kami telah menciptakan lebih dari 600.000 lapangan kerja hanya dari sektor dapur. Pada puncaknya, kami optimistis dapat mencapai 1,5 juta pekerjaan langsung. Jika ditambah dengan pedagang dan pemasok, total mata pencaharian yang terdampak positif akan melampaui 2,5 juta,” jelasnya.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kebijakan sosial seperti Program Makan Bergizi Gratis tidak semata-mata bersifat karitatif, melainkan harus mampu meningkatkan produktivitas masyarakat dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Saya yakin pertumbuhan ekonomi kita akan mencapai angka yang mengesankan. Kebijakan sosial harus memperluas produktivitas dan menghasilkan pertumbuhan,” tegas Presiden.

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu pilar utama agenda pembangunan nasional pemerintah Indonesia, sekaligus mencerminkan komitmen negara dalam menjamin kesejahteraan rakyat serta menyiapkan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing global.


Tim Redaksi

More From Author

Polres Demak Salurkan 200 Paket Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Terdampak Banjir

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Investasi Besar Pendidikan dalam Pidato WEF Davos 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Comments