YOGYAKARTA ( infopublic.id ), Kepedulian Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, terhadap masa depan generasi muda kembali ditunjukkan melalui perhatian serius terhadap kondisi Asrama Mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta. Asrama yang terletak di kawasan Bausasran tersebut kini berada dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan penanganan serta renovasi menyeluruh.
“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “Bangunan asrama yang berdiri di atas lahan seluas 30 x 12 meter itu memiliki enam kamar, satu dapur, dan satu ruang tamu. Saat ini, asrama dihuni oleh 12 mahasiswa asal Maluku Utara yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Kota Yogyakarta. Namun, kondisi fisik bangunan dinilai sudah tidak layak huni, mulai dari atap bocor, fasilitas sanitasi yang tidak berfungsi, hingga persoalan pengelolaan sampah yang belum tertangani dengan baik.
Kondisi tersebut terungkap saat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, melakukan kunjungan langsung ke asrama mahasiswa pada Jumat (9/1/2026). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.
“Kunjungan ini merupakan perintah langsung Ibu Gubernur untuk melihat secara langsung kondisi asrama mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta,” ujar Abubakar saat dikonfirmasi, Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan, kebocoran atap membuat mahasiswa harus menghadapi genangan air setiap kali hujan turun. Kondisi yang lebih memprihatinkan, fasilitas toilet asrama sudah tidak dapat digunakan sejak tahun 2022. Akibatnya, mahasiswa terpaksa memanfaatkan fasilitas umum seperti SPBU, kafe, maupun masjid terdekat untuk keperluan sanitasi.
“Untuk kebutuhan dasar seperti mandi dan buang air saja, mahasiswa harus keluar asrama karena toilet sudah tidak berfungsi,” ungkap Abubakar.
Selain itu, persoalan pengelolaan sampah juga menjadi masalah serius. Tidak tersedianya tempat penampungan sampah membuat limbah rumah tangga menumpuk di area asrama. Di sisi lain, penghuni tidak diperkenankan membakar sampah dan harus menunggu pengangkutan, sehingga lingkungan asrama menjadi tidak sehat.
Seluruh temuan tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Sherly Tjoanda. Menindaklanjuti laporan tersebut, Gubernur memerintahkan agar segera dilakukan koordinasi dengan dinas teknis terkait untuk menilai tingkat kerusakan bangunan serta menghitung kebutuhan anggaran renovasi asrama.
“Ibu Gubernur juga memerintahkan agar akses menuju kampus diperhatikan, sehingga mobilitas mahasiswa menjadi lebih mudah, aman, dan nyaman,” tambah Abubakar.
Di sela-sela kunjungan, Abubakar yang akrab disapa Aka turut menyampaikan pesan Gubernur Sherly terkait komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurut Gubernur, potensi besar Maluku Utara hanya dapat dikelola secara optimal apabila ditopang oleh generasi muda yang terdidik dan berkualitas.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga telah menjalin komunikasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memberikan afirmasi dalam penerimaan mahasiswa baru asal Maluku Utara.
Sementara itu, menanggapi keluhan mahasiswa terkait program Beasiswa Bangkit, Abubakar menjelaskan bahwa beasiswa tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 1 hingga 4 berdasarkan data Kementerian Sosial. Untuk kebijakan lanjutan, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan daerah.
Perhatian Gubernur Sherly Tjoanda terhadap kondisi asrama mahasiswa ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah hadir hingga ke ruang-ruang kecil tempat mahasiswa berjuang menata masa depan. Pendidikan tidak hanya menjadi janji, tetapi tanggung jawab yang terus dirawat melalui kepedulian dan tindakan nyata.
( Tim Redaksi )
