Sofifi Bertransformasi Jelang 2026 – Perayaan Malam Tahun Baru Bukti Kota Ini Jadi Pusat Kebanggaan Maluku Utara  

SOFIFI, ( infopublic.id ), Malam pergantian tahun 2025 ke 2026 telah mengubah wajah Ibu Kota Provinsi Maluku Utara, Sofifi, menjadi lebih bersinar dan meriah. Kota yang terus menunjukkan perkembangan pesat tampak semakin menyala dengan berbagai rangkaian kegiatan perayaan yang dirancang khusus untuk menghadirkan suasana kehangatan dan kebersamaan bagi seluruh warga Malut.

 

Dengan mengusung tema “Sofifi Rumah Kita”, perayaan malam pergantian tahun bukan hanya sekadar acara kemeriahan, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat rasa kebersamaan dan cinta terhadap ibu kota yang telah melalui proses pembangunan panjang. Ribuan warga dari berbagai kabupaten dan kota di seluruh Provinsi Maluku Utara – mulai dari Ternate, Tidore, Halmahera Barat, hingga Halmahera Selatan – berkumpul di kawasan pusat kota Sofifi untuk merayakan kedatangan tahun baru bersama. Mereka menyaksikan hiburan beragam mulai dari pertunjukan seni budaya lokal, musik rakyat, hingga perayaan hitung mundur yang penuh semangat, meriahkan momen bersejarah ini yang menjadi tonggak perkembangan kota Sofifi.

 

Perkembangan yang terlihat nyata di berbagai sektor pembangunan – mulai dari infrastruktur jalan raya, gedung pemerintahan, fasilitas umum, hingga kawasan perdagangan dan pariwisata – membuat Sofifi semakin menjadi pusat perhatian dan kebanggaan masyarakat Maluku Utara. Malam pergantian tahun menjadi bukti nyata bahwa kota ini tidak hanya berperan sebagai ibu kota administratif, tetapi juga terus tumbuh dan berkembang sebagai tempat yang nyaman, hangat, dan penuh harapan bagi seluruh penghuninya. Berbagai sudut kota yang dulunya masih terbatas kini dipenuhi dengan penerangan yang cukup dan suasana yang ramai dengan aktivitas masyarakat yang bersuka cita.

 

Acara perayaan yang berjalan kondusif dan penuh keakraban – tanpa adanya gangguan apapun – semakin mempertegas posisi Sofifi sebagai “rumah bersama” bagi seluruh rakyat Malut. Semua lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga lansia, dari berbagai latar belakang etnis dan agama, berkumpul dalam suasana kebersamaan yang hangat, siap menyambut tahun 2026 dengan semangat baru dan optimisme tinggi terhadap masa depan provinsi yang mereka cintai.

 

Pasangan Pemimpin yang Berkomitmen Bangun Maluku Utara

 

Di balik kemeriahan perayaan malam pergantian tahun, terdapat peran penting dari pasangan pemimpin Provinsi Maluku Utara yang baru menjabat, yaitu Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe. Sherly Tjoanda menjabat sebagai Gubernur Maluku Utara periode 2025-2030, menjadi sosok perempuan pertama dalam sejarah yang memegang jabatan strategis tersebut, sedangkan Sarbin Sehe berperan sebagai Wakil Gubernurnya yang solid mendukung setiap program pembangunan. Kedua pemimpin ini resmi dilantik pada 20 Februari 2025 setelah melalui proses pemilihan umum yang penuh perjuangan dan mendapatkan dukungan luas dari masyarakat Malut.

 

Gubernur Sherly Tjoanda: Sosok Perempuan yang Berani Mengangkat Bakiak

 

Lahir pada 8 Agustus 1982 di Ambon, Maluku, Sherly Tjoanda awalnya tidak merencanakan untuk memasuki dunia politik. Ia adalah istri dari mendiang Benny Laos, mantan Bupati Pulau Morotai yang meninggal dalam kecelakaan speedboat pada 12 Oktober 2024 saat tengah menjalankan kampanye untuk menjadi gubernur. Menghadapi kondisi tersebut, ia kemudian mengambil keputusan berat untuk menggantikan suaminya sebagai calon gubernur dan berhasil mendapatkan dukungan dari 8 partai politik yang ada di Maluku Utara.

 

Ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dan beragam pengalaman. Sherly menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Kristen Petra Surabaya dengan jurusan International Business Management dan bahkan meraih gelar double degree dari Inholland University Belanda pada tahun 2004. Sebelum terjun ke dunia politik, ia aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai Ketua Yayasan Bela Peduli, yang fokus membantu anak yatim piatu dan masyarakat kurang mampu di berbagai daerah di Malut. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Maluku Utara, di mana ia aktif mengembangkan sektor pertanian dengan memberikan pelatihan dan bantuan bagi petani lokal.

 

Sebagai gubernur, fokus utama yang diembannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Beberapa program prioritas yang akan digalakannya di tahun 2026 antara lain memperkuat sektor pendidikan dengan meningkatkan kualitas sarana prasarana sekolah dan beasiswa bagi pelajar berprestasi, memperbaiki sistem pelayanan kesehatan di daerah terpencil, serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi generasi muda melalui pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

 

Wakil Gubernur Sarbin Sehe: Pemimpin dengan Jiwa Kemanusiaan

 

Lahir di Halmahera Selatan pada 5 Juli 1970, Sarbin Sehe memiliki latar belakang yang berbeda namun komplementer dengan Gubernur Sherly Tjoanda. Ia merupakan mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama, yang telah menjabat sejak tahun 1999. Selama karirnya sebagai ASN, ia pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara periode 2018-2022, di mana ia berhasil meningkatkan kualitas pelayanan agama dan pendidikan keagamaan di seluruh provinsi. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Maluku Utara periode 2017-2022, yang membuatnya memiliki akses luas dan kedekatan dengan masyarakat di berbagai daerah.

 

Riwayat pendidikan Sarbin Sehe dimulai dari SD Negeri Garung-Garung Halmahera Selatan, kemudian melanjutkan ke MTs dan MAN Ternate. Ia menyelesaikan studi strata satu di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate dan meraih gelar magister pada tahun 2010 di bidang yang sama. Pada masa kampanye Pilkada 2024, ia memutuskan untuk mundur dari jabatan ASN untuk mendampingi Benny Laos dengan tagline “Bersama Maluku Utara Bangkit”, dan kini terus melanjutkan komitmen tersebut bersama Gubernur Sherly Tjoanda.

 

Sebagai wakil gubernur, ia aktif terlibat dalam berbagai program pembangunan, salah satunya dengan memperhatikan isu reforma agraria yang krusial bagi masyarakat Malut. Program ini bertujuan untuk mengatasi ketimpangan penguasaan lahan dan meningkatkan akses ekonomi masyarakat, terutama bagi petani dan masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan. Selain itu, ia juga fokus pada pengembangan pendidikan karakter dan pemajuan nilai-nilai keagamaan yang moderat serta toleran.

 

Dengan kombinasi visi dan komitmen dari pasangan pemimpin ini, masyarakat Maluku Utara sangat berharap bahwa tahun 2026 akan menjadi tonggak awal bagi terwujudnya provinsi yang lebih maju, sejahtera, dan bersatu. Perayaan malam pergantian tahun di Sofifi menjadi simbol awal dari harapan tersebut, di mana kota yang dulu hanya menjadi mimpi kini telah menjadi kenyataan sebagai rumah bersama yang penuh semangat dan harapan.

 

#Malut #SofifiRumahKita #TahunBaru2026 #SherlyTjoanda #SarbinSehe

 

Tim Redaksi

More From Author

PT MEDIA GROUP NUSANTARA SULAWESI SELATAN: Pergantian Tahun 2025 ke 2026, Jurnalis Sulsel dari 11 Media Sampaikan Ucapan dan Komitmen Jurnalistik

Dari Lapangan Lokal ke Panggung Dunia, Gilang Ade Mizwar Bawa Nama Maluku Utara ke Level FIFA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Comments