Pemudik Protes Fasilitas Tak Layak dan Biaya Tambahan di Kapal

Cilegon ( infopublic.id ), Sejumlah pemudik yang menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakau huni seusai merayakan pemudik menjelang tahun baru 2025 ke 2026 para penumpang yang hendak pulang kampung halaman mengeluhkan kondisi fasilitas kapal yang dinilai tidak nyaman dan tidak sesuai harapan tertera di tiket mobil golongan IV A. Dan golongan lainnya .

 

ADVERTISEMENT

Puluhan bahkan ratusan penumpang pengguna jasa penyeberangan, mengaku resa karena ada nya biyaya diduga pulingli di dalam kapal setelah kapal berangkat penyeberangan merak bakau huni dan sebaliknya bakau huni merak melakukan pungli terhadap semua penumpang yang hanya duduk di kursi pungli yersebut tidak ada mereka menjual kan jasa pinjam pasitas namun para penumpang hanya duduk di kursi biasa yang sudah ada di sediakqn pasilitas kapal tersebut jelas rqtusa pwnumpang tersebut di kapal ( KAPAL DARI PT. MUNIC LINE / SUPLESI MUNIC 9 ).

perjalanan pada 26 Desember 2025 dengan menggunakan ( KAPAL DARI PT. MUNIC LINE / SUPLESI MUNIC 9 ) Ia bersama 12 anggota keluarganya harus membayar tambahan biaya untuk bisa masuk ke ruang ekonomi tersebut.

 

“Kami diminta membayar Rp 10.000 per orang agar bisa masuk ke ruang ekonomi. Karena ruangan di luar penuh sesak, kami terpaksa bayar. Saya bawa 12 orang saudara, tinggal dikalikan saja. Penumpang membeludak dan AC di dalam kapal juga tidak berfungsi dengan baik, jadi panas sekali,” ujar Amat dkk kepada Beritalintasindonesia.id Senin (26 /12/2025).

 

Penumpang Menumpuk di Bakauheni dan Merak Colilgon ..?

ia juga menyoroti harga makanan dan minuman yang dijual di atas kapal yang dianggap terlalu mahal. Misalnya, minuman kemasan yang biasanya dijual Rp 5.000, di dalam kapal bisa mencapai Rp 20.000.

 

“Tadi saya membeli teh kotak, harganya Rp 20.000. Kalau Rp 10.000 masih bisa dimaklumi karena ada biaya tambahan di kapal. Namun, ini jelas memanfaatkan momentum hari besar menjelang 2026. Harganya tidak wajar,” ungkapnya yang melakukan perjalanan dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni .

 

Mamat dan para penumpang atau pemudik lainnya berharap pemerintah lebih tegas dalam menerapkan standar pelayanan minimal (SPM) terhadap kapal-kapal swasta yang beroperasi. Mereka menilai kondisi di lapangan tidak sejalan dengan komitmen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai BUMN penyedia layanan penyeberangan untuk memberikan kenyamanan selama arus mudik.

 

“Boleh saja kapal swasta cari untung, tetapi jangan sampai merampok atau memeras dalam keadaan terpaksa semena-mena mematok harga. Kami ini juga rakyat biasa, bukan orang berlebih. ASDP saja bisa kasih gratis beberapa fasilitas, ini kapal swasta seenaknya,” tambah Mamat.

 

Regulator Buru Kapal yang Meminta Uang Fasilitas Penumpang Kapal Merak

 

Menanggapi keluhan tersebut, pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten selaku regulator di Pelabuhan Merak di mintak untuk segerq tidak oknum pemalakan uang penumpang yang tidak sesui aturan program pemerintah kalau gak di bayar pihak kantin yang di kapal tersebu menyuruh paksa penumpang duduk di luar ruangan terkait dugaan pungutan liar atau tambahan oleh pihak pengelola kapal.

 

( Tim redaksi )

More From Author

65 Warga Binaan Rutan Dumai Terima Remisi Khusus Natal Tahun 2025

Humaniora Malaysia Filantropi Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Comments